Minggu, 03 Mei 2015

Analisis Jurnal 1


Judul                              : PEMBENTUKAN KARAKTER PESERTA DIDIK
                                         MELALUIPENDIDIKAN BERBASIS AL-QURAN

Penulis                            : Rosniati Hakim

Latar Bekakang        : Pendidikan yang bertujuan untuk pembentukan kepribadian manusia (character building) yang seimbang, sehat dan kuat, sangat dipengruhi oleh pendidikan agama dan internalisasi nilai keagamaan dalam diri peserta didik. Peletakan dasar-dasar pendidikan agama adalah kewajiban orang tua dan juga menjadi tugas guru, masyarakat, dan pemerintah melalui berbagai lembaga pendidikan. Tulisan ini membahas tentang pentingnya pendidikan Al-Quran, pendidikan berbasis Al-Quran, dan pembentukan karakter peserta didik melalui pendidikan. Pendidikan adalah sebuah proses yang tidak berkesudahan yang sangat menentukan karakter bangsa pada masa kini dan masa datang. Apakah suatu bangsa akan muncul sebagai bangsa yang berkarakter baik atau bangsa berkarakter buruk, sangat tergantung pada kualitas pendidikan yang dapat membentuk karakter anak bangsa tersebut. Pembentukan karakter melalui pendekatan pendidikan Al-Quran selain menjadi bagian dari proses pembentukan akhlak mulia, diharapkan mampu menjadi pondasi utama dalam meningkatkan derajat dan martabat peserta didik sebagai anak bangsa.

Tujuan                       : Untuk membantu terbentuknya karakter peserta didik yang berakhlak mulia serta bertakwa kepada Allah SWT., sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung di dalam Al-Qur’an

Metode Penelitian      : 1. Metode Studi Kepustakaan
                                      2. Metode Observasi


Hasil Penelitian          : Al-Qur’an adalah Kitab yang diturunkan oleh Allah SWT. kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantara malaikat Jibril, yang mana membacanya merupakan ibadah. Secara implisit, Qur’an hanya dianggap sebagai pedoman untuk mengatur semua urusan yang terkait dengan ibadah. Namun secara eksplisit, Qur’an mempunyai makna yang lebih luas dari itu. Tidak hanya dalam urusan ibadah yang diatur di dalam al-Qur’an, tapi dalam hal pendidikan pun ternyata mendapat perhatian di dalam al-Qur’an.
            Lalu pertanyaannya, apa itu pendidikan karakter? Mengapa harus Al-Qur’an yang menjadi dasar dalam pembentukan karakter peserta didik? Serta bagaimana caranya menerapkan pendidikan karakter yang berbasis al-Qur’an?
            Untuk diketahui, pendidikan karakter adalah suatu sistem pemahaman nilai-nilai karakter kepada warga sekolah yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut, baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama, lingkungan, maupun kebangsaan sehingga menjadi manusia paripurna (insan kamil). Perlu digaris bawahi, pendidikan karakter bertujuan untuk: meningkatkan mutu penyelenggaraan dan hasil pendidikan di sekolah yang mengarah pada pencapaian pembentukan karakter dan akhlak mulia peserta didik secara utuh, terpadu, dan seimbang, sesuai standar kompetensi lulusan.
            Wacana tentang pendidikan karakter juga muncul dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menanggapi maraknya korupsi beserta perilaku negatf lain yang menunjukkan perilaku yang tidak berkarakter baik. Oleh sebab itulah, pendidikan di Indonesia menerapkan pendidikan yang berbasis karakter. Karena negara Indonesia memerlukan sumber daya dalam jumlah dan mutu yang memadai sebagai sumber utama dalam melakukan pembangunan. Sebab, keberhasilan sebuah negara juga dilihat dari karakter dan tingkat prestasi yang pernah diraihnya.
            Dalam pembentukan karakter para peserta didik, semuanya harus sesuai dengan nilai-nilai yang terdapat di dalam Al-Qur’an karena tujuan dari pendidikan karakter itu sendiri adalah untuk membantu terealisasinya makna atau pesan yang terkandung di dalam Al-Qur’an. Selain itu pendidikan karakter yang berbasis Al-Qur’an juga menjadi bagian dari proses pembentukan akhlak anak bangsa, diharapkan mampu menjadi pondasi utama dalam meningkatkan derajat dan martabat bangsa Indonesia.
            Di Sumatera Barat misalnya, telah diterbitkan Peraturan Daerah Kota Padang No. 06 Th.  2003 tentang kewajiban bagi peserta didik SD/MI pandai BTQ/A dan Peraturan Gubernur No. 70 Tahun 2010 tentang Pendidikan Al-Quran. Ditegaskan bahwa pendidikan Al-Quran merupakan bagian dari struktur kurikulum pada semua jenjang pendidikan formal (Pasal 6 Ayat 1), penyelenggaraan pendidikan Al-Quran merupakan bagian dari kurikulum nasional (Pasal 5 Ayat 3). Pendidikan Al-Quran bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT., cerdas, terampil, pandai baca tulis Al-Quran, berakhlak mulia, mengerti dan memahami serta mengamalkan kandungan Al-Quran”.
            Setidaknya ada empat aspek yang menjadi alasan untuk menerapkan pendidikan karakter yang berbasis Al-Qur’an, yaitu: pertama, aspek dogmatis. Secara godmatis Al-Qur’an adalah pedoman hidup manusia Al-Qur’an tidak hanya berbicara tentang kehidupan spiritual an sick, akan tetapi juga mengandung ajaran komprehensif, holistic dan universal. Hanya saja, diperlukan pengembangan metodologi dalam pemahaman Al-Qur’an sehingga Al-Qur’an lebih “membumi” dan mampu menjawab tantangan umat. Kedua, aspek sosio kultural. Secara sosio kultural, masyarakat Sumatera Barat Minangkabau yang beragama Islam memiliki kultur yang menyatu dengan Al-Qur’an. Bahkan kedekatan masyarakat Sumatera Barat, Minangkabau terletak pada falsafah mereka “Adat Basandi Syarak; Syarak Basandi Kitabullah” atau yang lebih terkenal dengan ASB-SBK. Untuk mewujudkan falsafah yang selalu didengungkan ini, perlu dilakukan upaya melalui proses pendidikan sehingga mampu menerapkan Kitabullah (Al-Qur’an) tersebut, tidak menjadi buah bibir semata. Ketiga, aspek historis. Berbalik dari sejarah pendidikan Minangkabau di Sumatera Barat yang tidak terlepas dari “pendidikan surau”. Sistem pendidikan surau masih tetap menarik untuk dikaji dan diteliti hingga saat ini. Cara yang paling bijak untuk menerapkan kembali pendidikan surau adalah dengan menerapkan kembali ciri khas sistem pendidikan surau itu, yaitu pendidikan Al-Qur’an. Keempat, aspek politik. Secara politis, gagasan Al-Qur’an sebagai karakter pendidikan dijelaskan secara tersirat dalam UU No. 20 Tahun 2003, disebutkan bahwa “tujuan pendidikan adalah untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepata Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis setra bertanggung jawab”. Kata-kata beriman, berakhlak mulia serta bertakwa, merupakan nilai-nilai yang terkandung di dalam Al-Qur’an. Jadi, secara tidak langsung UU juga menyatakan tentang pentingnya pendidikan karakter yang berbasis Al-Qur’an.
            Selain itu pendidikan Al-Qu’an menjadi sangat penting karena beberapa hal, yaitu: Pertama, pada tujuan mempelajari dan mengajarkan Al-Qur’an. Kedua, dilihat pada keutamaan belajar dan mengajarkan Al-Qur’an. Ketiga, dilihat dari tujuan mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.
            Hal-hal terkait tentang pentingnya pendidikan Al-Qur’an sebenarnya sudah banyak dijelaskan di dalam Al-Qur’an dan hadits, baik secara langsung ataupun tidak langsung akan tetapi maknanya mengarahkan kepada pendidikan Al-Qur’an. Salah satunya bisa dilihat dalam Q.S. Surah al-Qiyamah: 18 yang artinya “Apabila kamu telah membanya maka ikutilah bacaannya itu”. Kemudian dalam Q.S. Shad: 29 yang artinya “ Sebuah Kitab yang kami turunkan kepadamu dengan berkah agar mereka mentadaburkan ayat-ayatnya dan agar menjadi peringatan bagi orang-orang yang berakal”. Selain dalam Al-Qur’an, adapun Hadits yang menjelaskan tentang pentingnya Al-Qur’an untuk dijadikan basis dalam pembentukan pendidikan karakter. Dalam H.R. al-Bukhari dijeaskan “Sebaik-baik kamu ialah orang yang belajar Al-Qur’an dan yang mengajarkannya. Kemudian H.R. al-Tirmidzi menerangkan “Bacalah olehmu Al-Qur’an, maka sesungguhnya kamu akan diberi pahala dengan setiap huruf itu sepuluh kebaikan”. Dalam riwayat lain al-Bukhari juga meriwayatkan dalam haditsnya “Didiklah anak-anakmu dengan tiga perkara: mencintai Nabimu, mencintai keluarga Nabi, dan mencintai Al-Qur’an.
            Tapi bagaimana cara membentuk karakter peserta didik yang berbasis Al-Qur’an? Menurut Daoed Joesoef (2013), bahwa ada tiga elemen dasar pembentukan watak atau karakter bangsa Indonesia, yaitu pola pikir, kebudayaan nasional, dan pancasila. Kemudian menurut Mulyasa (2012: 125), pendidikan karakter dapat dilakukan dengan berbagai model, yaitu model pembiasaan dan keteladanan, pembinaan disiplin, hadiah dan hukuman, pembelajaran kontekstual, bermain peran, dan pembelajaran partisipatif.
           Pendidikan karakter disekolah juga sangat terkait dengan manajemen atau pengelolaan sekolah. Pengelolaan yang dimaksud adalah bagaimana pendidikan karakter direncanakan, dilaksanakan, dan dikendalikan dalam kegiatan-kegiatan pendidikan di sekolah secara memadai. Bahkan di sekolah-sekolah madrasah, seperti sekolah madrasah di Sumatera Barat, pendidikan karakter berbasis Al-Qur’an dilakukan dengan Al-Qur’an selalu dikumandangkan dan dibaca oleh peserta didik yang diselingi dengan do’a, al-Asma al-Husna, dan kalimah Tayyibah lainnya. Hal-hal yang dijelaskan dapat dilakukan untuk membantu menerapkan pendidikan karakter berbasis Al-Qur’an. Di mulai dari kebiasaan membaca Al-Qur’an, memahami hingga sampai akhirnya bisa mengamalkan apa yang tersurat di dalam Al-Qur’an itu sendiri.
            Dengan demikian Al-Qur’an yang senantiasa dibaca dan dipelajari sejak kecil, hingga akhir hayatnya dan dilakuakan diberbagai tingkat dan tempat oleh semua umur. Bila ia memahaminya dengan baik, ia akan dapat mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an, diambil sebagai petunjuk dan pedoman hidup setiap muslim, sehingga menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT.
            Dari ranting-ranting penjelasan di atas, bisa ditarik hal paling inti. Yaitu bahwasanya Al-Qur’an bisa dijadikan basis untuk menerapkan pendidikan karakter dalam sebuah lembaga pendidikan. Pendidikan Al-Qur’an berfungsi sebagai pengenalan, pembiasaan, dan penanaman nilai-nilai karakter  mulia kepada peserta didik dalam rangka membangun manusia beriman dan bertakwa kepada Allah SWT. Karena saat ini banyak generasi yang telah kering imannya karena terbawa arus globalisasi yang terus mengalami kemajuan, banyak anak yang saat ini mengalami krisis moral, bahkan saat ini banyak anak yang telah kehilangan kesuciannya. Oleh sebab itulah pendidikan karakter berbasis Al-Qur’an sangat penting diterapkan untuk membantu mengembalikan anak-anak bangsa pada koridor yang benar, yang sesuai dengan yang diperintahkan oleh-Nya. Karena pada hakikatnya semua tindakan, semua kenikmatan yang ada saat ini akan dikembalikan kepada-Nya, Dia-lah yang kekal dan semua selain-Nya adalah fana. Sehingga diharapkan dengan memahami dan menghayati tiap butir kandungan Al-Qur’an akan membantu untuk menciptakan para generasi bangsa yang bermoral dan bermartabat, serta dapat bersaing dengan orang-orang di belahan dunia yang mana mereka hanya mengandalkan intelektual, sementara jiwa dan hati mereka jauh dari Allah SWT.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...