Judul : PEMBENTUKAN KARAKTER PESERTA DIDIK
MELALUIPENDIDIKAN BERBASIS AL-QURAN
MELALUIPENDIDIKAN BERBASIS AL-QURAN
Penulis : Rosniati Hakim
Latar
Bekakang : Pendidikan yang bertujuan untuk pembentukan kepribadian
manusia (character building) yang seimbang, sehat dan kuat, sangat dipengruhi
oleh pendidikan agama dan internalisasi nilai keagamaan dalam
diri peserta didik. Peletakan dasar-dasar pendidikan agama adalah kewajiban
orang tua dan juga menjadi tugas guru, masyarakat, dan pemerintah melalui
berbagai lembaga pendidikan. Tulisan ini membahas tentang pentingnya pendidikan
Al-Quran, pendidikan berbasis Al-Quran, dan pembentukan karakter peserta didik
melalui pendidikan. Pendidikan adalah sebuah proses yang tidak berkesudahan
yang sangat menentukan karakter bangsa pada masa kini dan masa datang. Apakah
suatu bangsa akan muncul sebagai bangsa yang berkarakter baik atau bangsa
berkarakter buruk, sangat tergantung pada kualitas pendidikan yang dapat
membentuk karakter anak bangsa tersebut. Pembentukan karakter melalui
pendekatan pendidikan Al-Quran selain menjadi bagian dari proses pembentukan
akhlak mulia, diharapkan mampu menjadi pondasi utama dalam meningkatkan derajat
dan martabat peserta didik sebagai anak bangsa.
Tujuan : Untuk membantu terbentuknya
karakter peserta didik yang berakhlak mulia serta bertakwa kepada Allah SWT.,
sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung di dalam Al-Qur’an
Metode Penelitian : 1. Metode Studi Kepustakaan
2. Metode Observasi
Hasil Penelitian : Al-Qur’an adalah Kitab yang diturunkan oleh Allah SWT. kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantara malaikat Jibril, yang mana membacanya merupakan ibadah. Secara implisit, Qur’an hanya dianggap sebagai pedoman untuk mengatur semua urusan yang terkait dengan ibadah. Namun secara eksplisit, Qur’an mempunyai makna yang lebih luas dari itu. Tidak hanya dalam urusan ibadah yang diatur di dalam al-Qur’an, tapi dalam hal pendidikan pun ternyata mendapat perhatian di dalam al-Qur’an.
Lalu
pertanyaannya, apa itu pendidikan karakter? Mengapa harus Al-Qur’an yang
menjadi dasar dalam pembentukan karakter peserta didik? Serta bagaimana caranya
menerapkan pendidikan karakter yang berbasis al-Qur’an?
Untuk
diketahui, pendidikan karakter adalah suatu sistem pemahaman nilai-nilai
karakter kepada warga sekolah yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran
atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut, baik
terhadap Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama, lingkungan, maupun
kebangsaan sehingga menjadi manusia paripurna (insan kamil). Perlu digaris bawahi, pendidikan karakter bertujuan
untuk: meningkatkan mutu penyelenggaraan dan hasil pendidikan di sekolah yang
mengarah pada pencapaian pembentukan karakter dan akhlak mulia peserta didik
secara utuh, terpadu, dan seimbang, sesuai standar kompetensi lulusan.
Wacana
tentang pendidikan karakter juga muncul dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
menanggapi maraknya korupsi beserta perilaku negatf lain yang menunjukkan
perilaku yang tidak berkarakter baik. Oleh sebab itulah, pendidikan di
Indonesia menerapkan pendidikan yang berbasis karakter. Karena negara Indonesia
memerlukan sumber daya dalam jumlah dan mutu yang memadai sebagai sumber utama
dalam melakukan pembangunan. Sebab, keberhasilan sebuah negara juga dilihat
dari karakter dan tingkat prestasi yang pernah diraihnya.
Dalam
pembentukan karakter para peserta didik, semuanya harus sesuai dengan
nilai-nilai yang terdapat di dalam Al-Qur’an karena tujuan dari pendidikan
karakter itu sendiri adalah untuk membantu terealisasinya makna atau pesan yang
terkandung di dalam Al-Qur’an. Selain itu pendidikan karakter yang berbasis
Al-Qur’an juga menjadi bagian dari proses pembentukan akhlak anak bangsa,
diharapkan mampu menjadi pondasi utama dalam meningkatkan derajat dan martabat
bangsa Indonesia.
Di
Sumatera Barat misalnya, telah diterbitkan Peraturan Daerah Kota Padang No. 06
Th. 2003 tentang kewajiban bagi peserta
didik SD/MI pandai BTQ/A dan Peraturan Gubernur No. 70 Tahun 2010 tentang
Pendidikan Al-Quran. Ditegaskan bahwa pendidikan Al-Quran merupakan bagian dari
struktur kurikulum pada semua jenjang pendidikan formal (Pasal 6 Ayat 1),
penyelenggaraan pendidikan Al-Quran merupakan bagian dari kurikulum nasional
(Pasal 5 Ayat 3). Pendidikan Al-Quran bertujuan untuk mengembangkan potensi
peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT.,
cerdas, terampil, pandai baca tulis Al-Quran, berakhlak mulia, mengerti dan
memahami serta mengamalkan kandungan Al-Quran”.
Setidaknya ada empat aspek yang
menjadi alasan untuk menerapkan pendidikan karakter yang berbasis Al-Qur’an,
yaitu: pertama, aspek dogmatis.
Secara godmatis Al-Qur’an adalah pedoman hidup manusia Al-Qur’an tidak hanya
berbicara tentang kehidupan spiritual an sick, akan tetapi juga mengandung
ajaran komprehensif, holistic dan universal. Hanya saja, diperlukan
pengembangan metodologi dalam pemahaman Al-Qur’an sehingga Al-Qur’an lebih
“membumi” dan mampu menjawab tantangan umat. Kedua, aspek sosio kultural. Secara sosio kultural, masyarakat
Sumatera Barat Minangkabau yang beragama Islam memiliki kultur yang menyatu
dengan Al-Qur’an. Bahkan kedekatan masyarakat Sumatera Barat, Minangkabau
terletak pada falsafah mereka “Adat
Basandi Syarak; Syarak Basandi Kitabullah” atau yang lebih terkenal dengan
ASB-SBK. Untuk mewujudkan falsafah yang selalu didengungkan ini, perlu
dilakukan upaya melalui proses pendidikan sehingga mampu menerapkan Kitabullah
(Al-Qur’an) tersebut, tidak menjadi buah bibir semata. Ketiga, aspek historis. Berbalik dari sejarah pendidikan
Minangkabau di Sumatera Barat yang tidak terlepas dari “pendidikan surau”.
Sistem pendidikan surau masih tetap menarik untuk dikaji dan diteliti hingga
saat ini. Cara yang paling bijak untuk menerapkan kembali pendidikan surau
adalah dengan menerapkan kembali ciri khas sistem pendidikan surau itu, yaitu
pendidikan Al-Qur’an. Keempat, aspek
politik. Secara politis, gagasan Al-Qur’an sebagai karakter pendidikan dijelaskan
secara tersirat dalam UU No. 20 Tahun 2003, disebutkan bahwa “tujuan pendidikan
adalah untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang
beriman dan bertakwa kepata Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat,
berilmu, cakap kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis setra
bertanggung jawab”. Kata-kata beriman, berakhlak mulia serta bertakwa,
merupakan nilai-nilai yang terkandung di dalam Al-Qur’an. Jadi, secara tidak
langsung UU juga menyatakan tentang pentingnya pendidikan karakter yang
berbasis Al-Qur’an.
Selain
itu pendidikan Al-Qu’an menjadi sangat penting karena beberapa hal, yaitu: Pertama, pada tujuan mempelajari dan
mengajarkan Al-Qur’an. Kedua, dilihat
pada keutamaan belajar dan mengajarkan Al-Qur’an. Ketiga, dilihat dari tujuan mempelajari Al-Qur’an dan
mengajarkannya.
Hal-hal
terkait tentang pentingnya pendidikan Al-Qur’an sebenarnya sudah banyak
dijelaskan di dalam Al-Qur’an dan hadits, baik secara langsung ataupun tidak
langsung akan tetapi maknanya mengarahkan kepada pendidikan Al-Qur’an. Salah
satunya bisa dilihat dalam Q.S. Surah al-Qiyamah: 18 yang artinya “Apabila kamu
telah membanya maka ikutilah bacaannya itu”. Kemudian dalam Q.S. Shad: 29 yang
artinya “ Sebuah Kitab yang kami turunkan kepadamu dengan berkah agar mereka
mentadaburkan ayat-ayatnya dan agar menjadi peringatan bagi orang-orang yang
berakal”. Selain dalam Al-Qur’an, adapun Hadits yang menjelaskan tentang
pentingnya Al-Qur’an untuk dijadikan basis dalam pembentukan pendidikan karakter.
Dalam H.R. al-Bukhari dijeaskan “Sebaik-baik kamu ialah orang yang belajar
Al-Qur’an dan yang mengajarkannya. Kemudian H.R. al-Tirmidzi menerangkan
“Bacalah olehmu Al-Qur’an, maka sesungguhnya kamu akan diberi pahala dengan
setiap huruf itu sepuluh kebaikan”. Dalam riwayat lain al-Bukhari juga
meriwayatkan dalam haditsnya “Didiklah anak-anakmu dengan tiga perkara:
mencintai Nabimu, mencintai keluarga Nabi, dan mencintai Al-Qur’an.
Tapi
bagaimana cara membentuk karakter peserta didik yang berbasis Al-Qur’an?
Menurut Daoed Joesoef (2013), bahwa ada tiga elemen dasar pembentukan watak atau
karakter bangsa Indonesia, yaitu pola pikir, kebudayaan nasional, dan pancasila.
Kemudian menurut Mulyasa (2012: 125), pendidikan karakter dapat dilakukan
dengan berbagai model, yaitu model pembiasaan dan keteladanan, pembinaan
disiplin, hadiah dan hukuman, pembelajaran kontekstual, bermain peran, dan
pembelajaran partisipatif.
Pendidikan
karakter disekolah juga sangat terkait dengan manajemen atau pengelolaan
sekolah. Pengelolaan yang dimaksud adalah bagaimana pendidikan karakter
direncanakan, dilaksanakan, dan dikendalikan dalam kegiatan-kegiatan pendidikan
di sekolah secara memadai. Bahkan di sekolah-sekolah madrasah, seperti sekolah
madrasah di Sumatera Barat, pendidikan karakter berbasis Al-Qur’an dilakukan
dengan Al-Qur’an selalu dikumandangkan dan dibaca oleh peserta didik yang
diselingi dengan do’a, al-Asma al-Husna, dan kalimah Tayyibah lainnya. Hal-hal
yang dijelaskan dapat dilakukan untuk membantu menerapkan pendidikan karakter
berbasis Al-Qur’an. Di mulai dari kebiasaan membaca Al-Qur’an, memahami hingga
sampai akhirnya bisa mengamalkan apa yang tersurat di dalam Al-Qur’an itu
sendiri.
Dengan
demikian Al-Qur’an yang senantiasa dibaca dan dipelajari sejak kecil, hingga
akhir hayatnya dan dilakuakan diberbagai tingkat dan tempat oleh semua umur.
Bila ia memahaminya dengan baik, ia akan dapat mengamalkan nilai-nilai yang
terkandung dalam Al-Qur’an, diambil sebagai petunjuk dan pedoman hidup setiap
muslim, sehingga menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT.
Dari
ranting-ranting penjelasan di atas, bisa ditarik hal paling inti. Yaitu
bahwasanya Al-Qur’an bisa dijadikan basis untuk menerapkan pendidikan karakter
dalam sebuah lembaga pendidikan. Pendidikan Al-Qur’an berfungsi sebagai
pengenalan, pembiasaan, dan penanaman nilai-nilai karakter mulia kepada peserta didik dalam rangka
membangun manusia beriman dan bertakwa kepada Allah SWT. Karena saat ini banyak
generasi yang telah kering imannya karena terbawa arus globalisasi yang terus
mengalami kemajuan, banyak anak yang saat ini mengalami krisis moral, bahkan
saat ini banyak anak yang telah kehilangan kesuciannya. Oleh sebab itulah
pendidikan karakter berbasis Al-Qur’an sangat penting diterapkan untuk membantu
mengembalikan anak-anak bangsa pada koridor yang benar, yang sesuai dengan yang
diperintahkan oleh-Nya. Karena pada hakikatnya semua tindakan, semua kenikmatan
yang ada saat ini akan dikembalikan kepada-Nya, Dia-lah yang kekal dan semua selain-Nya
adalah fana. Sehingga diharapkan dengan memahami dan menghayati tiap butir
kandungan Al-Qur’an akan membantu untuk menciptakan para generasi bangsa yang
bermoral dan bermartabat, serta dapat bersaing dengan orang-orang di belahan
dunia yang mana mereka hanya mengandalkan intelektual, sementara jiwa dan hati
mereka jauh dari Allah SWT.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar