Suara dari perkelahian sendok kecil dengan dinding dinding cangkir ini membuat suasana seperti kembali pada cerita cerita yang telah lalu. Senyum kecil yang sedikit terlihat di wajah saya. Biarkan sajalah tak adapun yang melihat. Dengan lamunan yang sedikit menggoda pikiran ini , teh di cangkirpun seperti terabaikan.
Seperti teh ini terkadang saya buat dengan terlalu manis , terkadang juga terlalu pahit. Sama halnya seperti kenangan, ada yang manis ada juga yang pahit .Namanya juga kenangan mana ada yang bisa dilupakan, bukan berarti kita terikat dengan kenangan itu. Namun yang namanya kenangan, mau kita secuek apapun dengan hal itu tidak akan pernah hilang dari ingatan ini. Hanya saja sikap kita seperti apa menelaah kenangan itu. Karena kita hidup saat ini pun tidak akan pernah lepas dari apa yang dinamakan masa lalu. Kita bisa berdiri sekarang ini , itu karena ada masa lalu yang telah kita lewati. Sekarang ??? ya kita ciptakan masa lalu yang indah yang akan mengantarkan kita kepada masa depan.
Aduuhh, apa apaan saya ini . berbicara dari teh sampainya malah ke kenangan :D
Tapi terkadang seperti itu si , di saat suasana hanya mengikat kita di ruang ini sendirian bakal ada yang namanya cerita cerita lama yang berlari seenaknya dalam otak ini. Memaksa otak ini untuk mereview ulang catatan lalu.
Saya berterima kasih kepada masa lalu saya yang sudah membuat saya sejauh ini. Terimakasih karena telah memberikan saya nikmatnya rasanya sakit itu seperti apa :’) . Terimakasih telah mengajarkan saya apa itu sabar dalam menunggu . Terimakasih telah memeberikan saya keikhlasan karena hal yang memang bukan untukku. Terimakasih telah memberikan saya pada posisi yang salah yang mengajarkan saya apa itu kebesaran hati dalam mengakui kesalahan. Terimakasih telah memberikan saya kebesaran hati untuk melepas sesuatu yang tidak pantas untuk dipertahankan. Terimakasih telah memberikan saya rasanya menangis itu seperti apa. Terimakasih terimakasih dan terimakasih. . . .
Tak sadar ternyata teh ini mulai kedatangan tamu tak di undang. Haha iya semut semut kecil yang juga ingin menyicipi teh bersamaku. Mungkin karena tehku terlalu manis :D . Biarkan mereka merasakan teh buatan saya ,mungkin semut semut itu bakal memuji saya :D .
Oh ya ampun. . . ternyata matahari sudah tak tertidur lagi. Waktunya saya harus menjalankan aktivitas saya dan masa depan saya. Bahagiaku sekarang adalah hal yang lain dari masa laluku. Tanpa harus berpikir apa yang telah terjadi di waktu lalu , aku berjalan sendiri dengan kaki ini menapaki kerikil kerikil kecil yang terkadang membuat saya sedikit nyengir. Berjalan sendiri dengan bahagia versiku :D . Terimakasih untuk siapapun yang membuat saya tersenyum di hari hariku , tak selalu harus bertemu ataupun tatap muka untuk membuat saya tersenyum. Hanya sekedar kata-katapun bisa membuat saya tersenyum walaupun tak harus aku tunjukkan.
Cukup sekian lah cerita dari secangkir tehku yang ternyata dapat mengundang banyak cerita .
05.00
12 Maret 2015
Nurul Uswatun Hasanah